Usai Blokir Akses Jalan Menuju Perusahaan Sawit, Polisi Panggil Sejumlah Tokoh Dayak

0

Usai Blokir Akses Jalan Menuju Perusahaan Sawit, Polisi Panggil Sejumlah Tokoh DayakGaekon.com – Pihak polisi akhirnya memanggil sejumlah tokoh adat Dayak Modang Long Wai terkait kasus penutupan akses jalan keluar masuk menuju perusahaan sawit.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Kapolres Kutai Timur, AKBP Welly Djatmoko mengatakan bahwa yang dipanggil polisi ialah Kepala Adat, Daung Lewing; Sekretaris Adat, Benedictus Beng Lui; dan tokoh masyarakat, Elisason.

“Dengan adanya aksi tersebut, masyarakat merasa terganggu dan ada 4 surat pengaduan yang di tujukan ke Polsek Muara Ancalong dikarenakan aktivitas penjualan TBS maupun CPO masyarakat terhambat,” kata Welly.

Dalam berita acara kesepakatan rapat tertulis bahwa kini pemerintah daerah mengacu pada Surat Keputusan Bupati Kutai Timur nomor 130/K.905/2015 tentang penetapan batas administrasi antara Desa Long Bentuq, Desa Rantau Sentosa, Desa Long Pejeng, Kecamatan Busang dan Desa Long Tesak di Kecamatan Muara Ancalong Kabupaten Kutai Timur.

Di poin yang lainnya, terdapat perjanjian bahwa masyarakat adat tak akan melakukan aksi demo atau pemortalan yang bertentangan dengan Undang-undang. Sementara, pihak perusahaan dari PT Subur Abadi Wana Agung berjanji akan melaksanakan kewajiban membangun kebun plasma.

Namun, tokoh adat tersebut tak memenuhi dua kali panggilan pemeriksaan yang dilayangkan oleh aparat kepolisian. Tidak dijelaskan lebih lanjut ihwal alasan penolakan itu.

Polisi hanya menyebut keterangan mereka diperlukan kepolisian dalam kapasitas sebagai saksi dan diklarifikasi terkait perkara tersebut.

“Jadi mereka belum sempat dimintai keterangan,” tambah Welly.

Welly mengatakan bahwa pihaknya masih melihat situasi terkini pasca mediasi rampung dilakukan antara kedua pihak pada Rabu (10/2).

Hingga saat ini belum ada panggilan ketiga yang bakal dilayangkan oleh aparat kepolisian untuk mendalami perkara itu.

Penutupan akses jalan keluar masuk menuju sebuah perusahaan sawit di wilayah Kutai Timur, Kalimantan Timur terjadi pada 31 Januari lalu. Perkara penutupan jalan itu terjadi lantaran masyarakat adat Dayak menilai bahwa tanah hutan adatnya telah dicaplok oleh perusahaan tertentu.

D For GAEKON