Usai Dapat Progam Asimilasi, Eks Napi Ngamuk Rusak Warung

0

Jakarta – Program pembebasan narapidana lewat jalur asimilasi dan integrasi dipertanyakan keefektifannya. Pasalnya marak kasus eks narapidana yang bebas dilaporkan kembali berbuat onar.

Seperti tingkah Jame yang harus berurusan kembali dengan polisi karena mengamuk di sebuah warung di Cipayung, Depok. Padahal, Jame baru saja bebas dari penjara.

“Infonya baru keluar dari lapas 2 hari yang lalu karena kasus penyalahgunaan narkotika,” kata Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus dalam keterangannya kepada GAEKON Kamis 9 April 2020.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu 8 April 2020 malam. Saat itu Jame mendatangi warung yang ada di sebelah korban di Ratujaya, Cipayung, Depok. Jame diketahui saat itu tengah mabuk berat.

Kementerian Hukum dan HAM menyayangkan aksi kejahatan itu. “Jika itu benar, kami sangat menyayangkan sekali,” kata Kepala Biro Humas, Hukum dan Kerja Sama pada Unit Sekretariat Jenderal Kemenkumham, Bambang Wiyono, saat dihubungi GAEKON Kamis 9 April 2020.

Bambang lalu bicara hal yang normatif. Selama di lapas para napi diklaimnya sudah dibekali keterampilan seperti perbengkelan, perikanan, dan perkebunan. Selain itu, kata dia, para napi juga ditanamkan nilai-nilai spiritual agar menjadi pribadi yang lebih baik.

“Sehingga diharapkan tidak melakukan tindak pidana lagi, ketika mereka pulang selama wabah COVID diminta untuk tetap di rumah dan tidak berkeliaran kemana-mana,” katanya.

Selain itu, Bambang menuturkan selama dalam asimilasi para napi tersebut tetap dalam pengawasan. Menurutnya, mereka tetap harus wajib lapor.

“Jika yang bersangkutan mengulang tindak pidana lagi perlu langkah hukum, dan perlu sanksi hukum yang lebih berat apalagi yang bersangkutan sebagai residivis,” katanya.

K For GAEKON