Usai Viral, Peragaan Lumba-Lumba Hidung Botol Di Bali Ditutup

0

Usai Viral, Peragaan Lumba-Lumba Hidung Botol Di Bali DitutupGaekon.com – Peragaan Lumba-Lumba hidung botol (Tursiops Aduncus) sempat viral pasca seorang artis memperlihatkan peragaan, namun tidak sesuai aturan. Kini Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali telah menutup peragaan tersebut.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Peragaan Lumba-Lumba hidung botol oleh PT. Piayu Samudera Bali di pantai Mertasari, Sanur ini telah ditutup sejak Selasa (27/4).

Kasi Konservasi Wilayah I BKSDA Bali Sumarsono menjelaskan pihaknya sudah menandai kegiatan itu dengan spanduk penutupan kegiatan.

“Kami tegaskan, bahwa aktivitas peragaan lumba-lumba hidung botol PT. Piayu Samudera Bali yang dilakukan di Pantai Mertasari telah ditutup yang ditandai dengan pemasangan spanduk penutupan kegiatan peragaan lumba-lumba,” terangnya.

Pemasangan spanduk itu sesuai Surat Direktur Jenderal KSDAE Nomor; S.291/KSDAE/KKH/KSA.2/4/2020 tanggal 15 April 2020, Surat Direktur Jenderal KSDAE Nomor; S.457/KSDAE/KKH/KSA.2/6/2020 tanggal 22 Juni 2020 dan Surat Direktur Jenderal KSDAE Nomor : S.988/KSDAE/KKH/KSA.2/11/2020 tanggal 23 November 2020 perihal Tindak Lanjut Penyelesaian Kegiatan Peragaan Lumba – Lumba di Luar Areal Izin Lembaga Konservasi PT. Piayu Samudera Bali.

Peragaan lumba-lumba hidung botol sempat viral di media sosial. Ada tujuh ekor mamalia ini yang disebut viral di media sosial lantaran digunakan sebagai peragaan yang tidak memperhatikan kaedah kesejahteraan satwa.

“Ada masukan dari masyarakat yang diterima melalui media sosial pasca viralnya peragaan lumba-lumba hidung botol yang tidak memperhatikan kaedah kesejahteraan satwa,” katanya.

Ketujuh ekor lumba-lumba hidung botol ini disebut titipan pemerintah kepada PT. Piayu Samudera Bali yang saat ini berada di pantai Mertasari sebagai tindak lanjut dari surat Direktur Jenderal KSDAE Nomor: S.577/MENLHK-KSDAE/KKH/KSA.2/4/2021 tanggal 16 April 2021 tentang Surat Peringatan I kepada PT. Piayu samudera Bali.

Direktorat Jenderal KSDAE, Bareskrim Mabes Polri dan Ditreskrimsus Polda Bali telah mengevakuasi lumba-lumba hidung botol tersebut lalu diserahkan kepada lembaga konservasi.

Berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor: P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018, Lumba-lumba hidung botol tergolong satwa yang dilindungi.

D For GAEKON