Usut Tuntas, Komnas HAM Respons Laporan Kasus Tindak Kekerasan Oleh PT TPL

0

Usut Tuntas, Komnas HAM Respons Laporan Kasus Tindak Kekerasan Oleh PT TPLGaekon.com – Masyarakat adat Natumingka, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba, Sumatera Utara melaporkan kasus dugaan tindak kekerasan oleh PT Toba Pulp Lestari (TPL) ke Komnas HAM.

Atas laporan tersebut, pihak Komnas HAM kini telah merespons. Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan pihaknya akan segera berkomunikasi dengan Polres Toba.

“Kami akan mendesak Kapolres Toba agar segera mengusut tersangka pelaku kekerasan terhadap Masyarakat Adat Natumingka. Kami akan mendesak kepolisian agar segera memprosesnya,” kata Anam.

Komnas HAM berharap agar pihak kepolisian setempat melihat perkara ini bukan hanya dari segi penegakan hukum, namun pada akarnya masalahnya yaitu sengketa lahan antara masyarakat adat dengan pihak perusahaan.

“Ini akar konfliknya adalah masyarakat adat yang tanahnya tiba-tiba menjadi masuk wilayah industri, dikuasai oleh perusahaan, sehingga yang membuat mereka marah, itu kuburan nenek moyang mereka di bongkar,” terang Anam.

Anam menegaskan bahwa kasus ini sebenarnya bukan semata-mata soal orang mencuri ayam dan rampok, namun peristiwa ini terjadi untuk mempertahankan haknya mereka.

Selain dengan Polres Toba, Pihak Komnas HAM juga akan berkomunikasi dengan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Yang kemudian kami mengingatkan soal dari KLHK khususnya kalau memang ada hutan industri yang dikelola di situ batasannya mana, karena permohonan masyarakat yang datang kesini meminta operasi PT ditutup,” ujar Anam.

Sebelumnya diberitakan bahwa ada sejumlah kekerasan yang diduga dilakukan PT TPL terhadap masyarakat di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

Kekerasan tersebut diantaranya yaitu pada 2015, setidaknya 50 warga menjadi korban intimidasi, kriminalisasi dan kekerasan.

Kemudian pada 17 September 2019, terjadi bentrok pekerja PT PTL sektor Aek Nauli dengan masyarakat dari Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) di Desa Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Akibat bentrokan itu balita berusia 3 tahun 6 bulan mengalami luka bersama seorang warga bernama Thomson Ambarita. Namun, dalam perkara ini pihak kepolisian malah memproses hukum Thomson bersama Sekretaris Lamtoras, Jonny Ambarita hingga divonis 9 bulan penjara.

D For GAEKON