Vaksin Booster Mulai Hari Ini, Begini Cara Dan Syarat Dapatkan Dosisnya!

0

Vaksin Booster Mulai Hari Ini, Begini Cara Dan Syarat Dapatkan Dosisnya!Gaekon.com – Pemerintah menargetkan sasaran program vaksin booster  mencapai 21 juta orang. Program ini akan dimulai per 12 Januari 2022 untuk masyarakat umum.

Melansir dari Kumparan, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menerangkan bahwa untuk mendapatkan vaksin booster tersebut ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, diantaranya yaitu:

  1. Berusia 18 tahun ke atas
  2. Sudah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua dengan interval waktu lebih dari enam bulan

Lima Jenis Vaksin Booster

Nantinya, ada lima jenis vaksin yang diperbolehkan untuk digunakan sebagai booster, yaitu CoronaVac, Pfizer-BioNtech, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax.

Kelima jenis vaksin tersebut telah mendapat izin resmi dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) pada Senin (10/1). Pemberian vaksin booster dibagi dua jenis, yaitu heterolog dan homolog.

Untuk jenis homolog, pemberian booster atau dosis vaksin lanjutan dengan jenis vaksin yang sama dengan dosis primer pertama dan kedua. Sementara untuk jenis heterolog, jenis vaksin booster yang digunakan berbeda dengan dosis primer.

Berikut data kelengkapan jenis vaksin yang telah disampaikan BPOM:

Vaksin Coronavac, 1 dosis, setelah 6 bulan, usia 18 tahun ke atas, berdasarkan hasil uji klinis KIPI yang berhubungan vaksin reaksi lokal. Nyeri, kemerahan, keparahan grade 1. Imunogenisitas meningkat 21-35 kali setelah pemberian vaksin booster setelah 28 hari.

Vaksin Pfizer, ini untuk booster homolog diberikan 1 dosis, minimal setelah 6 bulan, untuk 18 tahun ke atas. Data menunjukkan keamanan, kejadian tidak diinginkan umumnya nyeri di area sekitar suntikan, sakit kepala, demam grade 1 hingga 2. Peningkatan titer antibodi netralisasi setelah 1 bulan sebesar 3,3 kali.

AstraZeneca homolog. Tingkat keamanan dapat ditoleransi dengan baik, ada kejadian KIPI ringan dan sedang. Ringan 51 persen, sedang 37 persen. Nilai rata-rata titer antibodi dari 1.792 menjadi 3.000an lebih sekitar 3,5 kali.

Vaksin Moderna untuk homolog dan heterolog setengah dosis. Kemudian sebagai booster, heterolog vaksin primernya AZ, Pfizer, dan Johnson & Johnson. Ini menunjukkan respons antibodi sampai 13 kali dari booster subjek 18 tahun ke atas.

Vaksin Zifivax ini untuk booster vaksin primer Sinovac dan Sinopharm juga diberikan setelah 6 bulan menunjukkan titer antibodi netralisasi lebih dari 30 kali.

Sementara itu, soal cakupan daerah mana saja yang boleh memulai program booster, akan diberikan ke kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria 70 persen suntik dosis pertama dan 60 persen untuk suntik dosis kedua.

“Jadi sampai sekarang ada 244 kabupaten kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut,” tutur Budi.

D For GAEKON