Vaksin Covid-19 AstraZeneca Mengandung Babi, MUI: Boleh Digunakan Dalam Keadaan Darurat

0

Vaksin Covid-19 AstraZeneca Mengandung Babi, MUI: Boleh Digunakan Dalam Keadaan DaruratGaekon.com – Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diproduksi oleh SK Bioscience di Kota Andong, Korea Selatan diketahui mengandung tripsin yang berasal dari babi.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan bahwa vaksin tersebut boleh digunakan dalam keadaan darurat. Meskipun pada dasarnya, vaksin ini hukumnya haram.

“Ketentuan hukumnya yang pertama vaksin Covid-19 AstraZeneca ini hukumnya haram karena dalam tahapan produksi memanfaatkan tripsin yang berasal dari babi,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam.

Asrorun menegaskan bahwa pemerintah wajib terus mengikhtiarkan ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci.

Namun, penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca saat ini hukumnya diperbolehkan. Menurut Asrorun, ada beberapa alasan mengapa vaksin tersebut boleh digunakan. Alasan pertama karena Indonesia saat ini sedang dalam kondisi darurat syari.

Menurut ahli darurat tersebut akan mendatangkan bahaya atau risiko fatal jika tidak dilakukan vaksinasi Covid-19.

Selain itu bisa jadi Vaksin haram ini digunakan karena ketersediaan vaksin halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Kemudian ada jaminan keamanan penggunaannya oleh pemerintah sesuai dengan penjelasan yang disampaikan pada saat rapat komisi fatwa.

Alasan selanjutnya pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin Covid-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia baik di Indonesia maupun di tingkat global.

Jika kelima alasan tersebut hilang, maka kebolehan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca tidak akan berlaku.

D For GAEKON