Vaksin Covid-19 Sinovac Dan AstraZeneca Akan Kedaluwarsa Dalam Waktu Dekat

0

Vaksin Covid-19 Sinovac Dan AstraZeneca Akan Kedaluwarsa Dalam Waktu DekatGaekon.com – Vaksin Sinovac gelombang pertama yang tiba sejak 6 Desember 2020 dikabarkan akan kedaluwarsa pada 25 Maret mendatang. Selain Vaksin Sinovac yang akan kedaluwarsa, distribusi vaksin AstraZeneca juga harus dihentikan di sejumlah daerah.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Program Vaksinasi Covid-19 kini tengah dihadapkan dengan tantangan Vaksin Sinovac yang akan kedaluwarsa. Jumlah vaksin Sinovac yang didatangkan pada gelombang pertama sebanyak 1.200.568.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan sebagian besar vaksin Sinovac gelombang pertama telah digunakan. Namun ada beberapa daerah yang masih memiliki vaksin tersebut.

Budi mengatakan bahwa akan mengevaluasi program vaksinasi di Papua, salah satu dari 34 provinsi yang didistribusikan vaksin Sinovac tahap pertama.

“Kita masih cek di Papua karena saat pertama kita kirimnya ke 34 provinsi. Kita konfirmasi lagi daerah Papua [vaksinnya] tapi di luar Papua semuanya sudah terpakai,” kata Budi.

Evaluasi tersebut untuk memastikan apakah vaksin sudah terpakai di Papua. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga mengakui ada vaksin Sinovac yang akan kedaluwarsa pada 25 Maret.

Namun Ridwan Kamil mengatakan bahwa vaksin tersebut akan dihabiskan dalam program vaksinasi pada 18 Maret mendatang.

Tak hanya itu, vaksin asal Inggris AstraZeneca juga disetop distribusinya karena dugaan efek samping berupa pembekuan darah. Vaksin AstraZeneca yang telah tiba di Indonesia pada 8 Maret lalu akan memasuki masa kedaluwarsa pada Mei 2021.

Sampai saat ini penggunaan Vaksin AstraZeneca masih belum bisa dipastikan. Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan bahwa pihaknya belum bisa mendistribusikan vaksin tersebut.

Sebanyak 1.113.600 dosis vaksin AstraZeneca telah tiba di Indonesia. Namun dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan, vaksin tersebut sudah kedaluwarsa. Maxi menjelaskan AstraZeneca sedang dalam kajian ulang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta ITAGI terkait dugaan efek samping.

“Memang sudah ada laporan EUA dari WHO tetapi karena ada masalah laporan yang ada di Eropa dan di beberapa negara, sehingga BPOM dan ITAGI sudah menentukan rapat terkait dengan efek samping AstraZeneca,” kata Maxi.

D For GAEKON