Ribuan Vaksin Kedaluwarsa, Kemenkes Tunggu BPOM Terkait Bisa Tidaknya Dipakai

0

Ribuan Vaksin Kedaluwarsa, Kemenkes Tunggu BPOM Terkait Bisa Tidaknya Dipakai

Gaekon.com – Sebanyak 5.000 dosis vaksin AstraZeneca di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah kedaluwarsa. Meski sudah kedaluwarsa, namun vaksin tersebut sebenarnya bisa digunakan atau tidak?

Melansir dari CNN, menanggapi hal itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menunggu hasil evaluasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait bisa atau tidaknya vaksin virus corona yang sudah kedaluwarsa tetap digunakan.

“Mengenai apakah bisa digunakan atau tidak itu kita tunggu hasil evaluasi BPOM ya,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

Merespons temuan itu, Nadia meminta agar pemerintah daerah lebih berhati-hati pada kesiapan logistik vaksinasi.

Nadia sekaligus mendorong agar seluruh pemerintah daerah baik yang berada di level provinsi maupun kabupaten/kota untuk tidak menunda-nunda program vaksinasi virus corona di daerahnya masing-masing.

Menurutnya, program vaksinasi nasional tak lain adalah untuk memberikan proteksi tambahan bagi warga negara Indonesia agar tidak rentan terpapar Covid-19.

Selain itu, upaya pemerintah untuk mendapatkan stok vaksin Covid-19 yang terbatas di dunia bukanlah sebuah hal yang mudah.

“Kita berharap ini jadi pembelajaran bagi daerah lain untuk lebih hati-hati dalam mengelola logistik vaksin. Percepat laju vaksinasi supaya vaksin segera digunakan secara optimal,” ujarnya.

Nadia menegaskan bahwa ribuan dosis vaksin Covid-19 yang kedaluwarsa itu sampai saat ini masih berada di pemerintah daerah masing-masing dan dipastikan belum digunakan.

Sebelumnya, pada awal November, Kemenkes juga telah menerima laporan sebanyak 4.000 lebih vaksin Covid-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kedaluwarsa.

D For GAEKON