Vaksin Nusantara Terawan, Sekali Suntik Berlaku Seumur Hidup

0

Vaksin Nusantara Terawan, Sekali Suntik Berlaku Seumur HidupGaekon.com – Vaksin Nusantara milik Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto ini diklaim bisa menciptakan antibodi atau daya kekebalan tubuh yang mampu bertahan hingga seumur hidup.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Vaksin Nusantara untuk Covid-19 itu disebut akan membentuk kekebalan seluler pada sel limfosit T, sehingga mampu bertahan sampai seumur hidup.

Anggota Tim Uji Klinis Vaksin Nusantara Jajang Edi Prayitno mengatakan bahwa Vaksin punya dokter Terawan tersebut dendritik bersifat T-cells, yang artinya sekali suntik berlaku seumur hidup.

“Vaksin punya dokter Terawan ini dendritik bersifat T-cells, berarti sekali suntik berlaku seumur hidup. Sehingga secara pembiayaan pun lebih menguntungkan dan tidak menguras devisa negara, karena ini diproduksi dalam negeri,” Kata Edi.

Edi juga menjelaskan bahwa cara kerja vaksin ini dibangun dari sel dendritik autolog atau komponen dari sel darah putih, yang kemudian dipaparkan dengan antigen dari Sars-Cov-2.

Menurut Edi, vaksin nusantara yang berbasis sel dendritik tidak akan mengalami penurunan fungsi manakala virus mengalami evolusi atau mutasi.

Dengan temuan itu, Edi menilai vaksin nusantara dapat digunakan bilamana muncul epidemi hingga pandemi baru di kemudian hari.

Edi menyebut, dalam proses pembuatan vaksin nusantara ini, tim uji klinis dibantu oleh salah satu peneliti dari AIVITA Biomedical asal Amerika Serikat.

Nantinya, vaksin nusantara ini khusus untuk individual. Karena dalam teknisnya, setiap orang akan diambil sampel darahnya untuk kemudian dipaparkan dengan kit vaksin yang sel dendritik.

Sementara itu untuk cara kerjanya, sel yang telah mengenal antigen akan diinkubasi selama 3-7 hari. Hasilnya kemudian akan diinjeksikan ke dalam tubuh kembali.

Di dalam tubuh, sel dendritik tersebut akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap Sars Cov-2. Sejauh ini, pengujian vaksin lain kebanyakan menggunakan metode virus inactivated, mRNA, protein rekombinan, hingga adenovirus.

“Kita satu-satunya di dunia sebenarnya, kalau ini nanti kita bisa berhasil dalam uji fase pertama sampai ketiga dan sampai produksi. Berarti kita termasuk dalam tujuh negara di dunia yang punya kedaulatan pembuatan vaksin,” jelasnya.

Untuk diketahui, Metode sel dendritik merupakan metode yang sudah kerap digunakan untuk pengobatan kanker hingga penyakit degeneratif selama ini.

D For GAEKON