Heboh Vaksinasi Booster Di Mabes Polri, Ternyata Begini Faktanya

0

Heboh Vaksinasi Booster Di Mabes Polri, Ternyata Begini FaktanyaGaekon.com – Belakangan ini heboh soal kartu vaksinasi booster atau dosis ketiga yang diduga bukan milik tenaga kesehatan (nakes). Salah satu kartu tersebut tertulis lokasi yang diselenggarakan adalah Mabes Polri.

Menanggapi kabar miring itu, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 dosis ketiga yang diselenggarakan di Mabes Polri itu diberikan kepada tenaga kesehatan dari Polri.

Tak hanya itu, vaksin tersebut juga diberikan kepada tenaga pendukung di fasilitas kesehatan di lingkungan Polri, seperti sopir ambulans dan petugas kebersihan rumah sakit.

“Yang diberikan vaksin booster itu adalah nakes dan orang-orang yang bekerja di fasilitas kesehatan Polri atau dibilang pendukung nakes,” kata Argo.

Argo menilai bahwa tenaga pendukung nakes termasuk pekerja yang berisiko tinggi terpapar Covid-19. Pasalnya, mereka berinteraksi langsung dengan pasien di fasilitas kesehatan polri.

“Walau bukan nakes, mereka semua juga berisiko sama dengan nakes sehingga perlu mendapatkan booster,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa tidak ada pejabat Polri selain nakes dan tenaga pendukung lainnya yang mendapatkan booster.

“Tidak ada pejabat Polri yang disuntik booster, contohnya saya. Hanya divaksin (dengan) Sinovac dua kali,” katanya.

Sebelumnya, beredar sejumlah foto kartu vaksinasi booster yang diduga bukan milik tenaga kesehatan. Temuan itu menjadi tanda tanya dan menarik perhatian publik. Sebab saat ini vaksin dosis ketiga diperuntukkan hanya bagi kalangan tertentu, seperti tenaga kesehatan (nakes).

Foto-foto tersebut diunggah oleh @laporcovid19 di Instagram. Terlihat sejumlah kertas yang bertuliskan Kartu Vaksinasi Covid-19 milik penerima booster vaksin Covid-19.

“Ironisnya, pelanggaran ini terjadi di tempat vaksinasi yang tertulis berada di Mabes Polri. Kami menduga bahwa penerima tercatat dalam pangkalan data vaksinasi,” tulis pernyataan @laporcovid.

D For GAEKON