Viral ASN Tewas di Parkiran Bandara Juanda, Ini Dugaan Penyebabnya

0
Viral ASN Tewas di Parkiran Bandara Juanda, Ini Dugaan Penyebabnya
Sumber Foto: Suparno/detikJatim

Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan inisial RJS (50) ditemukan meninggal dunia dalam mobil dinas yang terparkir di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

Kematian yang masih misterius tersebut menjadi sorotan publik. Pasalnya, korban baru saja ditemukan setelah kendaraannya terparkir selama 4 hari.

Pihak keluarga akhirnya mengungkap korban memiliki riwayat sakit dan tidak rutin mengonsumsi obat.

“Dari keterangan suami korban, almarhumah memang memiliki riwayat penyakit lambung akut. Namun tidak mengonsumsi obat secara rutin,” kata pengacara keluarga korban, Risang Bima Wijaya, dikutip dari detik, Sabtu (27/6/26).

Risang menduga bahwa korban tidak sendirian sebelum meninggal dunia. Pasalnya korban ditemukan berada di kursi depan sebelah kiri dengan posisi kursi direbahkan.

“Memang dari hasil penyidikan sementara yang kami terima, barang-barang berharga milik korban masih utuh. Tetapi saya meyakini kemungkinan ada orang lain yang sempat berada di dalam mobil tersebut. Namun itu tentu harus dibuktikan oleh penyidik,” ungkapnya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan adanya tanda yang lazim ditemukan pada kondisi mati lemas atau asfiksia.

Ketua Tim Humas Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Kabupaten Sidoarjo, AKBP Ni Made Wiatini, mengatakan bahwa pemeriksaan luar terhadap jenazah menemukan sejumlah tanda fisik, termasuk luka pada bagian telinga kiri.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah, ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga disebabkan oleh kekerasan benda tajam. Selain itu, ditemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata serta perubahan warna kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah,” ungkapnya.

Menurut dia, perubahan tersebut merupakan kondisi yang umum ditemukan pada korban yang mengalami mati lemas atau asfiksia. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan melalui pemeriksaan dalam terhadap jenazah.

“Kelainan ini lazim ditemukan pada kondisi mati lemas atau asfiksia,” kata Wiatini.

Pada pemeriksaan dalam, tim forensik menemukan lidah, epiglotis, serta saluran napas bagian atas korban berwarna merah kehitaman.

Selain itu, dinding lambung juga menunjukkan perubahan warna serupa. Wiatini menjelaskan, pemeriksaan juga menemukan tanda-tanda pembusukan pada seluruh organ tubuh korban.

Berdasarkan kondisi tersebut, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari 48 jam atau sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan.

Terkait kondisi perut korban yang terlihat membesar dan sempat menimbulkan dugaan kehamilan, hasil pemeriksaan dalam memastikan korban tidak dalam kondisi hamil.

Selain pemeriksaan fisik, tim forensik juga mengambil sejumlah sampel untuk pemeriksaan toksikologi. Sampel tersebut meliputi ginjal kanan dan kiri, lambung beserta isinya, serta kuku jari telunjuk kanan dan kiri milik korban.

“Untuk sampel sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Wiatini.

Sementara itu, hasil pemeriksaan swab vagina menunjukkan tidak ditemukan adanya sperma pada korban.

Tim forensik juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui temuan lain yang berkaitan dengan penyebab kematian.

 

 

KA For GAEKON