Viral Ikan Pari Dipotong Untuk Dijual Dan Dikonsumsi Sendiri

0

Viral Ikan Pari Dipotong Untuk Dijual Dan Dikonsumsi SendiriGaekon.com – Belakangan ini viral sebuah video yang menunjukkan ikan pari tengah dipotong-potong. Diduga, ikan pari ini ditangkap nelayan untuk kemudian dijual atau dimasak sendiri.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Suarasumsel, Ikan Pari tersebut tertangkap nelayan saat memancing ikan di Sungai Lematang. Menurut pengakuan warga Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Pali, hal tersebut sudah biasa.

“Saya pikir, sungai Lematang di desa kami ini sangat dalam, karena itu kemungkinan dapat pari jika menangkap ikan,” ujar Kepala Desa  Sedupi, Amran.

Amran tak mengetahui, jika ikan Pari dilarang untuk ditangkap apalagi dikonsumsi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru menetapkan 20 jenis ikan bersirip yang dilindungi. Dengan Keputusan Menteri yang baru dikeluarkan, yakni KP nomor 1 tahun 2021 mengenai jenis ikan yang dilindungi terdapat ikan pari.

Kepala Satwas SDKP Palembang UPT Pangkalan PSDKP Batam Kementrian Keluatan dan Perikanan, Maputra Prasetyo menghimbau agar para nelayan saat melakukan kegiatan penangkapan apabila di tertangkap ikan pari tawar agar sekiranya dapat dilepasliarkan kembali.

“Mengingat ikan pari tawar termasuk ikan yang dilindungi oleh pemerintah sesuai dengan keputusan menteri kelautan dan perikanan nomor 1 tahun 2021 tentang ikan yang dilindungi dan dapat di sanksi pidanakan. Aturannya memang baru diterbitkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ikan tersebut memang kerap terjerat jaring, saat para nelayan memancing atau merangkap ikan. Setelah ditangkap, biasanya para nelayan menjualnya ke pasar, atau melalui masyarakat satu ke masyarakat lainnya.

Tak hanya itu, menurut Amran, Ikan Pari tersebut juga biasanya dimasak sendiri oleh warga. Mereka kerap memotong pari sungai untuk dikonsumsi.

“Biasanya dibuat tumis ikan pari, tumis kering mirip rendang,” ujarnya.

Amran mengaku pernah membeli pari dari nelayan. Menurut Amran daging ikan tersebut lumayan enak, lebih mirip dengan daging ikan namun lebih berminyak.

“Lebih mirip daging ikan patin,” akunya.

Tahun-tahun sebelumnya Amran juga kerap mendapatkan pari Sungai. Pada 2017 lalu, ia mendapatkan pari Sungai dengan ukurannya lebih besar dari yang tertangkap pekan lalu. Bagi masyarakat, pari sungai hampir mirip ikan sungai pada umumnya yang biasa dikonsumsi.

D For GAEKON