Viral Ledakan Tabung Minyak Tanah Di Manggarai Barat, Begini Kata Polisi

0

Viral Ledakan Tabung Minyak Tanah Di Manggarai Barat, Begini Kata PolisiGaekon.com – Ledakan tabung minyak tanah yang terjadi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menyimpan tanya soal apa penyebabnya.

Melansir dari Kompas, Kapolres Manggarai Barat, AKBP Felli Hermanto menjelaskan, pihaknya telah mengambil keterangan dari sejumlah pihak dan masyarakat di sekitar lokasi terkait kronologi kejadian ledakan tersebut.

“Ledakan tersebut diduga adanya kebocoran pada tabung minyak tanah,” ungkap AKBP Felli.

Felli mengimbau agar masyarakat tidak panik dan terprovokasi dengan viralnya video tersebut. Pihaknya menjamin wilayah hukum Polres Mabar tetap aman dan kondusif.

“Saya mengimbau agar masyarakat Kabupaten Mabar (Manggarai Barat), terlebih khusus warga Kota Labuan Bajo agar tidak perlu takut dan terprovokasi. Tetap melakukan aktivitas seperti biasanya. Kami jamin wilayah hukum Polres Mabar tetap aman dan kondusif,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta para pemilik warung, kafe dan restoran agar selalu memperhatikan peralatan yang digunakan untuk memasak, agar kejadian ini tidak terulang.

Ledakan Tabung Minyak Tanah Menyebabkan 4 Orang Luka

Menurut keterangan Felli kejadian itu mengakibatkan empat orang mengalami luka bakar, salah satunya anak di bawah lima tahun atau balita.

Adapun identitas korban ledakan, yakni Supriyadi (32) warga asal Bogor, Jawa Barat, Sutiono (43) warga asal Prijek, Jawa Timur dan Mohammad Alimin (35) asal Komplek PDAM, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Sedangkan satu korban yang masih balita adalah Muhammad Farzan Al Fatih (3), anak dari Muhammad Alimin.

Kasat Reskrim Iptu Yoga Darma Susanto menjelaskan, pihaknya akan memanggil pemilik lapak untuk diambil keterangan terkait kejadian tersebut.

“Kita akan minta klarifikasi dari pemilik lapak. Tetapi, saat ini belum bisa kita lakukan karena pemilik lapak masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo,” ujarnya.

Menurut pengakuan salah seorang korban, Sutiono (43) saat kejadian, dirinya sedang bekerja di Warung Djanoko, tepat di sebelah lokasi kejadian ledakan itu.

Dia melihat ada kobaran api di tanah dan berinisiatif ingin membantu mematikan api pada tabung minyak tanah serta mencari sumber api.

Namun, saat korban hendak mengecek sumber api, tiba-tiba dalam waktu yang bersamaan tabung minyak tanah yang digunakan untuk menggoreng dagangan gorengan meledak.

Pascakejadian tersebut, dirinya bersama tiga korban lainnya langsung dilarikan oleh pihak keluarga ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan perawatan.

Sebelumnya, viral sebuah video kejadian ledakan tabung minyak tanah di salah satu tempat usaha milik warga di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo.

Ledakan yang terjadi pada Sabtu (22/1) malam itu terekam CCTV minimarket di Gang Pengadilan, desa setempat.

D For GAEKON