Viral Macan Tutul Nusakambangan, Begini Kata BKSDA

0

Viral Macan Tutul Nusakambangan, Begini Kata BKSDAGaekon.com – 18 ekor macan tutul (Panthera pardus melas) hidup di Pulau Nusakambangan. Meski terdengar mengancam nyawa, namun hewan ini disebut tak menyerang manusia lantaran ketersediaan makan cukup.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Kepala Resor Konservasi Wilayah Cilacap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah Dedi Rusyanto mengungkapkan kemunculan macan kumbang di wilayah Cagar Alam Nusakambangan bagian timur di antaranya karena wilayah ini merupakan koridor pergerakan kehidupan macan tutul Jawa itu.

“Kehidupan macan tutul di sana memiliki insting tidak menyerang manusia, sebab ketersediaan makanan di dalam masih terbilang cukup seperti celeng (babi hutan, red.), kancil, kijang, dan sejumlah hewan lainnya,” kata Dedi.

Terkait dengan hal itu, pihaknya bersama pemangku kepentingan lainnya berupaya menjaga keberlangsungan ekosistem Nusakambangan melalui kegiatan patroli maupun penanaman pohon.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak mengganggu atau berburu satwa liar yang dilindungi tersebut.

Pihak yang melanggar ketentuan itu, kata dia, akan dijerat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara lima tahun dan denda Rp500 juta.

Jumlah Macan Tutul 18 Ekor

Dedi juga mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan jumlah macan tutul itu sekitar 18 ekor.

“Secara keseluruhan yang terpantau berdasarkan hasil pemantauan sekitar 18 ekor, namun perlu dipantau kembali secara keseluruhan titik dengan metode dan strategi sesuai standar inventarisasi pemantauan jenis satwa liar,” kata Dedi.

Namun, khusus di wilayah Cagar Alam Nusakambangan bagian timur, Dedi menyebut jumlahnya ada 4 ekor.

Hal itu berdasarkan pantauan BKSDA melalui kamera perangkap atau camera trap. Sementara untuk sisanya, tersebar di seluruh wilayah konservasi Nusakambangan.

Sementara itu, terkait rekaman video di media sosial yang menyebutkan seekor macan tutul Jawa di Nusakambangan terekam video amatir warga, pihaknya belum bisa memastikan lokasinya benar di Nusakambangan.

“Saya belum bisa memastikan. Masih saya telusuri sumber informasinya,” kata Dedi.

Dalam video yang beredar itu terlihat seekor macan tutul berjalan santai saat diabadikan melalui kamera warga dari atas sebuah mobil dengan jarak dekat dan disebutkan jika lokasinya di Pulau Nusakambangan.

D For GAEKON