Viral Video 192 Pasien Covid-19 Meninggal, Bupati Banjarnegara: Hoaks Itu Kalimat Provokatif

0

Viral Video 192 Pasien Covid-19 Meninggal, Bupati Banjarnegara: Hoaks Itu Kalimat ProvokatifGaekon.com – Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono buka suara soal video viral tentang ratusan pasien Covid-19 di Banjarnegara, Jawa Tengah meninggal dunia.

Budhi mengatakan bahwa informasi tersebut sangat meresahkan masyarakat, terlebih pada situasi pandemi seperti sekarang ini. Informasi tersebut menurutnya, kurang tepat.

“Pada hari ini terpapar Covid-19, 250 orang. Meninggal dunia 192 meninggal dunia. Itu saya nyatakan tidak benar, hoaks, dan itu kalimat provokatif,” kata Budhi.

Budhi menerangkan bahwa berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, angka pasien Covid-19 sebanyak 250 itu kasus sementara. Pihak Polres menyebut sebanyak 250 orang yang dirawat.

“Angka 250 orang tersebut karena ada penambahan klaster pondok pesantren. Sementara jumlah meninggal yang disebutkan 192 orang, tidak benar,” jelasnya.

Budhi mengatakan ematian sebanyak 192 orang itu adalah akumulasi kematian akibat Covid-19 sejak Maret 2020 hingga Juni 2021.

Ia membandingkan dengan jumlah penduduk Banjarnegara yang mencapai 1.050.000 orang, maka prosentase kematian akibat Covid-19 itu hanya 0,001 persen. Jika dirata-rata selama rentang pandemi Covid-19 sejak Maret 2021, maka dalam satu bulan, hanya 13 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Maka dari itu Budhi mengimbau agar masyarakat tak resah dan panik dalam menanggapi informasi yang belum tentu benar.

Sebelumnya, viral sebuah video pembubaran pentas kuda lumping di desa Limbangan Kecamatan Madukara oleh Polres Banjarnegara.

Dalam video itu, informasi yang disiarkan oleh pihak Polres Banjarnegara melalui pengeras suara di lokasi acara, disebutkan bahwa saat ini Banjarnegara mengalami kenaikan angka Covid-19 sebesar 150 persen.

Pihak Polres juga menyebutkan bahwa saat ini ada penderita Covid di Banjarnegara sebanyak 250 orang dalam perawatan, dan yang meninggal 192 orang.

D For GAEKON