Waduh, 12.308 Kendaraan Masuk di Titik Penyekatan Jatim

0

Gaekon.com – Meningkatnya jumlah volume kendaraan diperbatasan Jawa Timur. Seolah-olah masyarakat memang tidak peduli dengan himbauan pemerintah terkait larangan mudik. Hal ini terjadi disebagian titik penyekatan menuju akses masuk Jawa Timur.

Sebanyak 12.308 kendaraan dari catatan Polda Jawa Timur, melintas di delapan titik penyekatan yang telah disiapkan oleh petugas gabungan untuk mencegah gelombang arus mudik dari luar masuk ke Jatim guna memutus rantai penyebaran COVID-19.

Ada delapan titik penyekatan yang terbagi, sebagai pintu masuk wilayah Jawa Timur yang telah dijaga oleh petugas gabungan.

Delapan titik penyekatan masuk Jawa Timur tersebut terdapat di perbatasan Pacitan-Wonogiri, Ponorogo-Wonogiri, Magetan-Karanganyar, Ngawi-Sragen, Bojonegoro-Cepu, Tuban-Rembang, serta pintu tol Ngawi dan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. M. Fadil Imran, juga menjelaskan bahwa petugas gabungan yang dimaksud yakni petugas dari Pemprov Jatim bersama Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya.

“Sejak larangan mudik berlaku sampai kini, dari delapan titik penyekatan pintu masuk wilayah Jawa Timur, telah ada sebanyak 12.308 kendaraan yang melintas, baik yang dilakukan tindakan pemeriksaan maupun putar balik,” ujar Irjen Pol. M. Fadil dalam kegiatan supervisi arus mudik di titik penyekatan pintu keluar tol Ngawi, Kamis, (21/5)

Penyekatan ini juga bagian dari tindak lanjut kebijakan larangan mudik yang berlaku 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020.

Menurutnya, dalam hal ini kendaran yang masuk dan putar balik disekitar area penyekatan didominasi oleh kendaraan pribadi.

Kapolda juga menekankan bahwa ada dua point yang harus diperhatikan, bahwa jika pemudik yang melintas tersebut memiliki KTP Jawa Timur, maka yang bersangkutan akan diperiksa kesehatannya dan bisa melanjutkan perjalanan.

“Sedangkan, jika pemudik tidak memiliki KTP Jatim, maka diminta untuk putar balik ke daerah asal,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pihak Pemprov Jatim bekerja sama dengan Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya telah melakukan upaya penyekatan di delapan titik pintu masuk wilayah Jawa Timur untuk mencegah gelombang arus mudik dari daerah luar Jawa Timur, terutama Jabodetabek yang merupakan zona merah penyebaran COVID-19.

Sementara itu, dalam kegiatan memantau arus mudik tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol. M. Fadil bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah didampingi oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario beserta jajaran.

Z For GAEKON