Wahana Wisata “Ngopi In The Sky” Dihentikan, Ini Pengakuan Pengunjung Yang Pernah Naik

0

Wahana Wisata “Ngopi In The Sky” Dihentikan, Ini Pengakuan Pengunjung Yang Pernah NaikGaekon.com – Wahana wisata Ngopi In The Sky Teras Kaca, Pantai Nguluran, Kabupaten Gunungkidul belakangan ini tengah jadi perbincangan. Tempat yang sudah beredar di media sosial itu mengundang banyak wisatawan.

Namun, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta kini menghentikan alat operasional wahana wisata tersebut.

Ngopi in the Sky menawarkan pengalaman minum kopi dari atas ketinggian. Para tamu diajak menaiki sebuah gondola transparan yang diangkat menggunakan mobile crane.

Ngopi In The Sky Dihentikan Setelah Dilakukan Evaluasi

Dalam setiap sesi, ada 20 orang, termasuk pegawai yang bisa naik wahana tersebut. Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kadarmanta Baskara Aji mengatakan penghentian wahana itu setelah dilakukan evaluasi terhadap keamanannya.

Terutama pertimbangan karena fungsi mobile crane diperuntukkan untuk mengangkut manusia. Meski sebelumnya pihak pengelola Ngopi in the Sky menyatakan tali pengikat dari crane itu mampu mengangkat lebih dari 100 ton, sedangkan beban yang diberikan untuk gondola tersebut hanya berkisar 5 ton atau 20 pengunjung sekali angkat.

“Keamanan tetap menjadi poin utama yang harus dipatuhi semua pelaku usaha jasa wisata, dan dibuktikan dengan terbitnya izin pemerintah,” katanya.

Wahana yang sempat viral ini telah dijajal oleh banyak orang, salah satunya pengelola akun Youtube Cerita Gunungkidul, Slamet M.

Slamet sempat mencoba naik wahana itu pada Ahad, 2 Januari 2022. Kemudian ia mengaku merasa biasa saja.

“Saat mobile crane mulai diangkat ke atas, mung rindik (hanya pelan), tapi tenang banget kondisinya pas udah sampai atas,” kata Slamet.

Mobile crane itu mengangkat para peserta hingga ketinggian 30 meter di atas tanah sehingga para peserta bisa langsung melihat lepas laut selatan.

“Tapi diangkatnya bukan di atas laut, masih di atas tanah areal destinasi Teras Kaca,” kata Slamet.

“Asalkan setelah sampai atas jangan melihat ke bawah, karena ngerine pas ngumati ngisor (ngerinya hanya pas melihat bawah),” katanya lagi.

D For GAEKON