Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar Bohong Saat Konpers, Pakar: Harusnya Layak Dipecat

0

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar Bohong Saat Konpers, Pakar: Harusnya Layak DipecatGaekon.com – Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar disanksi oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK, lantaran terbukti berbohong dalam konferensi pers.

Melansir dari Kumparan, Lili disanksi pemotongan gaji pokok 40 persen selama 1 tahun karena terbukti berkomunikasi dengan pihak yang berperkara di KPK, Wali kota Tanjungbalai M Syahrial.

Dewas menilai sanksi terhadap Lili ini sudah terabsorbsi dengan sanksi yang dijatuhkan sebelumnya. Sanksi pemotongan gaji ini dinilai oleh Dewas KPK sudah termasuk untuk perbuatan bohong Lili.

Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Ficar Hadjar menilai pembebasan Lili dari jeratan sanksi adalah hal yang aneh. Lantaran jika terbukti berbohong harusnya Lili disanksi tegas.

“Karena bagaimanapun, tindakan LPS [Lili Pintauli Siregar] ini sudah mencoreng citra dan nama baik KPK, sehingga seharusnya sanksi yang paling tepat untuk LPS adalah dipecat,” kata Ficar.

Menurutnya, hal ini sebagai kemunduran semangat pemberantasan korupsi. Baik dari sisi Dewan Pengawas (Dewas) maupun para komisioner KPK itu sendiri.

“Jika benar pelanggaran etik yang terakhir [bohong] ini tidak diberikan sanksi, maka sudah terjadi dekadensi penurunan semangat antikorupsi, baik bagi para Dewas maupun para komisioner,” kata Ficar.

Menurut pakar hukum pidana Universitas Parahyangan, Agustinus Pohan sanksi pemotongan gaji yang dijatuhkan kepada Lili Pintauli sangat ringan. Pasalnya, seorang pimpinan KPK mewakili citra dan kewibawaan lembaga KPK.

Pohan menganggap etika adalah konsekuensi logis bagi para Pimpinan KPK. Oleh karena itu, Dewas mesti tegas memberi sanksi bagi para pelanggar etik.

“Pimpinan KPK dituntut memiliki standar etika yang tinggi sebagai konsekuensi logis dari tugas KPK dalam pemberantasan korupsi. Karena itu juga, maka Dewas haru tegas dalam rangka menjaga kewibawaan KPK,” jelas Pohan.

D For GAEKON