Walau Aset Turun Akibat Corona, Horang Kaya Mah Bebas!

0

Sejumlah nama lama ternyata masih bertahan dalam daftar sepuluh besar orang terkaya di dunia pada 2020 versi Forbes. meskipun di tengah pandemi virus corona.

Dilansir Forbes World’s Billionaires, Rabu (8/4), Jeff Bezos masih menjadi orang terkaya di dunia untuk tiga tahun berturut-turut. Meski kekayaannya telah menyusut akibat pembagian harta gono-gininya kepada mantan istrinya MacKenzie Bezos senilai US$ 36 miliar, Bezos mampu mempertahankan nilai asetnya hingga US$ 113 miliar.

Bezos, pemilik Amazon ini sedang disorot karena justru merekrut 100.000 pekerja untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen di tengah pemberlakukan kebijakan stay at home.

Orang terkaya kedua di dunia masih dipegang oleh Bill Gates yang diikuti oleh taipan barang mewah Bernard Arnault. Posisi Arnault bahkan menggeser peringkat Warren Buffett ke nomer empat dengan total aset mencapai US$ 67,5 miliar.

Sementara itu, posisi orang terkaya nomor 8, 9, dan 10 diambil oleh dinasti Walmart yakni Jim Walton, Alice Walton, dan Rob Walton.

Forbes menyatakan bahwa pandemi virus corona ini membuat jumlah miliarder dunia berkurang yakni 58 lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Sekitar 51 persen bahkan dilaporkan mengalami penyusutan kekayaan. Secara keseluruhan, aset yang dimiliki para miliarder ini tercatat turun US$ 700 miliar dibandingkan 2019.

Riset Forbes ini juga menyebutkan miliarder yang memanen pundi-pundi dolar terbanyak diraih oleh Qin Yinglin. Pengusaha yang bergerak di bidang peternakan babi ini berada di posisi 43 dengan jumlah aset US$ 18,5 miliar. Angka ini melonjak US$ 14,2 miliar pada 2019, setelah sahamnya tumbuh tiga kali lipat.

Untuk Indonesia sendiri, tercatat ada enam Warga Negara Indonesia (WNI) yang masuk dalam daftar 700 orang terkaya di dunia versi Forbes 2020. Pantauan GAEKON dari Forbes, Rabu (8/4), keenam orang tersebut adalah Budi Hartono, Michael Hartono, Sri Prakash Lohia, Keluarga Tahir, Prajogo Pangestu, dan Chairul Tanjung.

Budi Hartono dan Michael Hartono yang mewakili keluarga Hartono masih menempati posisi pertama dan kedua orang terkaya di Indonesia. Budi Hartono menyandang status sebagai orang terkaya di Indoensia dan mencatatkan dirinya di posisi 80 dalam daftar orang terkaya di dunia. Total kekayaannya mencapai 13,6 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 217,6 triliun.

Sementara Michael Hartono, saudara dari Budi Hartono, menempati posisi kedua orang terkaya di Indonesia dan berada di posisi 86 dalam daftar orang terkaya di dunia. Kekayaan Michael mencapai 13 miliar dollar AS atau setara Rp 208 triliun. Sumber kekayaan utama kedua bersaudara tersebut berasal dari kepemilikannya atas perusahaan rokok Djarum dan Bank BCA.

Di urutan ke-3, ada Sri Pakash Lohia dengan total kekayaan mencapai 4,3 miliar dollar AS. Dalam daftar 500 orang terkaya di dunia, Sri Pakash Lohia berada di urutan 414. Sumber kekayaan utamanya berasal dari Indorama Corporation yang bergerak di bidang petrokimia dan tekstil.

Berikutnya ada Keluarga Dato Sri Tahir yang masuk dalam keluarga terkaya di Indonesia. Kekayaannya tercatat mecapai 4,1 miliar dollar AS atau setara Rp 65,6 triliun. Keluarga Tahir berada di posisi ke empat orang terkaya Indonesia dan berada di urutan 437 dalam daftar orang terkaya di dunia. Keluarga ini adalah pemilik dari Mayapada Group yang bergerak di bisnis perbankan, rumah sakit dan real estate.

Berikutnya, Prajogo Pangestu yang memiliki kekayaan senilai 3,5 miliar dollar AS atau setara Rp 56 triliun. Dia menduduki posisi 538 dalam orang terkaya di dunia versi Forbes. Salah satu sumber kekayaannya berasal dari bisnis kayu yang digeluti sejak 1970-an bernama PT Barito Pacific Timber. Pada 2007, perusahaan itu berganti nama menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayu.

Last but not least, Chairul Tanjung yang mencatatkan dirinya menjadi orang terkaya ke-648 di dunia versi Forbes. Pengusaha ini memiliki kekayaan senilai 3,1 miliar dollar AS atau setara Rp 49,6 triliun. Sumber kekayaannya berasal CT Corp yang bergerak di bidang layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan kebun kelapa sawit.

W For GAEKON