Warga Jember Gorok Leher Tetangganya Dengan Celurit, Istri Korban: Orang itu Kalau Ada Orang Batuk, Pasti Bawa Celurit

0

Warga Jember Gorok Leher Tetangganya Dengan Celurit, Istri Korban: Orang itu Kalau Ada Orang Batuk, Pasti Bawa CeluritGaekon.com – Pandemi Covid-19 seketika merubah semua kebiasaan masyarakat. Mereka diharuskan memakai masker kemana-mana, rajin mencuci tangan hingga menjaga jarak satu sama lain.

Hal ini untuk mencegah adanya penularan virus tersebut. Seperti yang kita tahu, proses penularan tersebut dari percikan atau droplet besar yang dikeluarkan manusia dari hidung dan mulut.

Wajar saja di kala pandemi seperti ini, orang akan takut dekat dengan orang yang sedang flu, batuk, ataupun bersin. Pasalnya, mereka takut terkena droplet yang dikeluarkan itu.

Karena itulah, baru-baru ini kejadian nahas dialami seorang bapak-bapak di Jember, Jawa Timur. Ia di gorok senjata tajam jenis celurit oleh temannya dan seketika tewas.

Korban bernama Misran warga Dusun Dam Saola, Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember tewas digorok celurit oleh pelaku bernama Hasan alias Pak Sri pada Jumat (2/7).

Di Gorok Celurit Karena Batuk

Pemicu pertengkaran ini adalah hanya karena batuk. Kejadian ini bermula saat Misran dan istinya Tacik menerima tamu bernama Karno. Ketika pamit, sang tamu tadi batuk. Sejurus kemudian pelaku mendatangi rumah korban dan menegur. Misran kemudian menenangkan tetangganya tersebut.

“Setelah itu Pak Karno mau pulang, lalu batuk. Pelaku ini keluar dan menegur Pak Karno. Tidak ada apa-apa, Pak Karno langsung pulang,” kata Tacik.

Inisial H kembali mendatangi rumah Misran dengan menenteng celurit.

Saporanna kaule, Lek (maafkan saya, Dik),” kata Tacik menirukan percakapan suaminya dengan pelaku.

Loh, mak saporah bede napah, Kak? Ampiyan mak pas asaporah, mak langsung nyambi arek (Loh, kok minta maaf ada apa, Mas? Anda minta maaf, tapi membawa arit)?” tanya Misran.

Enggih, ampiyan mak nyambi arek? Mon e laporagi, ampiyan masok (Iya, anda kok bawa arit? Kalau dilaporkan polisi, anda bisa masuk penjara),” kata Misran.

H kemudian mengayunkan celurit ke leher tetangganya tersebut. Saat itu juga darah berhamburan kemana-mana.

“Darah berhamburan, Bapak (suami) masih keket (berkelahi). Langsung dibacok lagi tangannya (sebelah kanan),” kata Tacik.

Menurut keterangan Tacik selama ini memang tidak ada perselisihan apapun antara Misran dan H. Tacik mengatakan bahwa H memang orang yang tak bisa mendengar orang batuk. Mungkin ia juga trauma hidup di tengah pandemi seperti ini.

“Memang begitu. Orang itu tak bisa mendengar orang batuk. Kalau ada orang batuk, pasti bawa arit,” katanya.

Pelaku yang tega menggorok leher korban ini berhasil diamankan polisi. Kapolsek Mayang Iptu Bejul Nasution mengatakan bahwa saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyidikan di tempat kejadian perkara.

D For GAEKON