Miris Lihat Warga Selalu Sebrangi Sungai, Warga Jepara Bangun Jembatan Pakai Duit Sendiri Rp 3,7 M

0

Miris Lihat Warga Selalu Sebrangi Sungai, Warga Jepara Bangun Jembatan Pakai Duit Sendiri Rp 3,7 MGaekon.com – Seorang warga Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang mengklaim dirinya membangun jembatan sendiri mendadak viral di media sosial.

Pemilik akun twitter Jowo Joyowaskito itu mengklaim membangun jembatan dan jalan berjarak tujuh kilometer dari desa Kecapi, Kedungjogo, Kabupaten Jepara, menggunakan kocek sendiri senilai Rp3,7 miliar.

Bupati Jepara Dan Gubernur Jateng Pura-Pura Tak Tahu

Dirinya mengatakan bahwa setelah dibangun Bupati Jepara dan Gubernur Jawa Tengah justru pura-pura tidak tahu. Menurutnya, hanya Bupati Grobogan yang berterima kasih.

“Jembatan dan jalan ini aku buat dengan dana pribadi Rp3,7 miliar. Bupati Jepara dan Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) pura-pura tidak tahu, lain dengan Bupati Grobogan yang berterima kasih,” katanya.

Pembangun jembatan tersebut diketahui bernama asli Kholil (54). Kholil sendiri telah membenarkan dirinya merupakan pemilik akun @JJoyowaskito.

“Biaya itu ya lebih dari Rp3,7 miliar, tapi nanti saya malu banyak netizen yang dikira macam-macam. Habis jembatan mengeluarkan uang Rp2 miliar untuk jalan. Fondasi 100 meter kali 2 meter tinggi beton itu habis biaya juga tahu,” ujarnya.

Kholil merincikan jembatan yang dibangun memiliki ukuran panjang 22 meter dan lebar 6 meter. Kholil menjelaskan jembatan tersebut memiliki akses ke tiga dukuh di Desa Kecapi. Sehingga, warga yang melintas pun tidak perlu jauh-jauh untuk aktivitas sehari-hari.

Kholil mengaku rela merogoh kocek pribadi karena merasa kasihan dengan kondisi akses jalan untuk warga di Desa Kecapi. Kholil pun menyampaikan keinginannya membangun jembatan kepada kepala desa dan ia disarankan membangun jembatan sepanjang enam meter.

Menurutnya, pihak desa juga menyumbang semen sebanyak 40 karung. Walau menyindir pejabat daerah, tapi Kholil mengaku niatnya murni untuk membantu warga.

Ada pun dana yang ia pakai untuk membangun jembatan merupakan hasil dari menjual investasi tanah. Ia mengaku rela menjual tanah hingga mobil miliknya untuk membiayai pembangunan jembatan.

“Dulu masih muda investasi tanah, tanah saya jual di Jakarta-Depok Rp1,7 miliar. Sebelah jembatan ada tanah saya jual Rp500 juta, terus di Bate saya beli Rp30 juta saya jual Rp1,8 miliar. Terus saya investasi kayu Sulawesi itu saya jual motor dan mobil, demi kepentingan masyarakat bawah,” ujar Kholil.

Ketua RT 40 RW 7 Desa Kecapi Ahmad Zaenuri mengatakan tidak tahu pasti besaran dana pribadi untuk membangun jembatan di Desa Kecapi. Menurutnya warga hanya membantu tenaga saat pengecoran.

Sementara itu, Ketua RT 15 Desa Kecapi Ruslan menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Apalagi akses warga sebelumnya harus menempuh jarak hingga 3 kilometer untuk sampai di Kota Jepara.

“Karena warga sini ke kota muter dulu, 3 kali lipat jauhnya. Dengan adanya jembatan ini sangat membantu sekali masyarakat,” jelas dia.

Dalam cuitan berbeda, akun @JJoyowaskito tersebut mengatakan sebelum jembatan dan jalan dibuat, penduduk sekitar kesulitan beraktivitas karena harus menyeberangi kali.

“Sungguh miris bila anak-anak ke sekolah sedang kalinya banjir, wanita paruh baya pulang pergi kerja, rasa iba dan prihatinku berupaya meringankan beban penduduk sini dan sekitarnya,” ujarnya sembari mengunggah foto sebelum jembatan dibuat.

D For GAEKON