Warga Khawatir Masuknya Perusahaan Tambang Emas Baru Di Gorontalo Berujung Bencana Alam

0

Warga Khawatir Masuknya Perusahaan Tambang Emas Baru Di Gorontalo Berujung Bencana AlamGaekon.com – Perusahaan tambang emas, Gorontalo Mineral (GM) di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), Provinsi Gorontalo ini kembali meresahkan warga sekitar.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Para warga khawatir perusahaan tersebut akan membawa dampak pada kerusakan lingkungan yang berujung pada bencana alam.

Salah seorang warga Bonebol O. Hendrik mengatakan bahwa perusahaan ini memiliki wilayah konsesi kurang lebih 36 ribuan hektar. Wilayah tersebut dikelilingi Hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

“Jangan sampai beroperasinya perusahaan ini sewaktu-waktu bisa memberikan dampak besar. Bukan pada manusia saja, namun juga pada kelestarian alam Sekitar,” kata O. Hendrik.

Kekhawatiran bencana yang akan terjadi yaitu kerusakan Hutan Taman Nasional hingga terjadi perubahan iklim yang tidak menentu.

Tak hanya itu, dampak ini pun bisa memicu tercemarnya sungai Bone dan Laut Teluk Tomini yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Bonebol.

“Bayangkan, dampak aktivitas tambang tradisional saja, Bonebol bisa diterjang banjir tiga kali dalam kurun waktu sebulan. Apalagi kalau sudah perusahaan dengan wilayah konsesi ribuan hektar,” Kata Aktivis Lingkuan di Bonebol, Andi Ibrahim.

Saat ini ada ribuan penambang lokal tradisional yang menggantungkan hidupnya di tempat itu. Dengan masuknya perusahaan baru ini maka para penambang akan kehilangan pekerjaan yang sudah dilakoni bertahun-tahun itu.

“Banyak yang akan kehilangan pekerjaan, terutama para penambang lokal. Apakah perusahaan bisa menjamin mereka? Apalagi masyarakat yang tidak memiliki keahlian, sekolah saja tidak tamat SD. Jadi tidak mungkin mereka akan diakomodir oleh perusahaan,” tuturnya.

Andi juga menerangkan bahwa saat ini Taman Nasional di Bonebol banyak dihuni oleh satwa-satwa Endemik Sulawesi. Bisa dipastikan aktivitas perusahaan bakal mengganggu keberadaaan habitat satwa itu sendiri.

“Burung Maleo, Tarsius dan Anoa yang rata-rata satwa ini dilindungi, ditambah lagi dengan satwa lainnya. Kalau bukan pindah mereka pasti akan punah,” terangnya.

D For GAEKON