Sejumlah Warga Nekat Arungi Sungai Yang Deras Untuk Makamkan Jenazah

0

Sejumlah Warga Nekat Arungi Sungai Yang Deras Untuk Makamkan JenazahGaekon.com – Sejumlah warga yang menggotong jenazah ke pemakaman ini mendadak viral. Pasalnya, mereka menggotong jenazah dengan mengarungi sungai yang deras.

Dalam video yang diunggah akun instagram @rakanbandaaceh memperlihatkan sejumlah pria tengah mengangkat bersama-sama satu jenazah untuk mengarungi sungai berair deras menuju pemakaman di seberang.

Peristiwa ini diketahui terjadi di Desa Pulo Mesjid II, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh. Imum Mukim Pulo Mesjid, Teungku Hasyimi, mengatakan pemakaman jenazah dalam video beredar itu dilakukan pada Jumat (12/11) pagi.

Jenazah itu merupakan seorang remaja berumur 16-17 tahun yang meninggal Kamis (11/11) sore.

“Memang itu bukan hal yang baru, sudah lama jenazah dimakamkan ke sana. Bukan satu dua orang dibawa melalui air sungai yang seperti itu. Sampai saat ini takdir Allah belum ada jenazah yang hanyut,” kata Teungku Hasyimi.

Air sungai yang keruh itu tingginya nyaris mencapai pinggang para laki-laki tersebut. Menurut Teungku Hasyimi, pemakaman di seberang sungai itu merupakan pemakaman umum warga Pulo Mesjid sejak dulu.

Sungai Yang Harus Diarungi Selebar 25 Meter

Kondisi seperti dalam video itu sudah terjadi sejak Teungku Hasyimi lahir tahun 1970-an.

“Kakek saya sendiri juga dimakamkan di sana, menyeberang sungai juga. Bukan puluhan jenazah dimakamkan di sana, tapi bisa dibilang sudah ratusan. Ke depan akan dimakamkan di sana juga karena tidak ada tempat lain,” ujar Teungku.

Teungku menerangkan bahwa sudah tidak ada jalan lain untuk membawa jenazah ke pemakaman selain mengarungi sungai selebar 25 meter itu.

Meski air sedang deras, pemakaman tidak dapat ditunda. Masyarakat setempat selama ini telah mengupayakan berbagai cara mencari solusi, termasuk membangun jembatan dari batang kelapa meski tidak bertahan lama.

Tak hanya pemakaman umum desa, menurut Teungku Hasyimi, di seberang sungai juga terdapat kebun dan kawasan peternakan masyarakat.

D For GAEKON