Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih belum bisa teratasi. Bertambahnya jumlah korban setiap hari semakin membuat was was. Bukan hanya WNA yang tinggal di Indonesia, WNI juga sudah mulai menjadi korbannya. Bahkan dokter yang menangani kasus ini banyak yang terserang juga.

Berbagai macam cara sudah dilakukan untuk mencegah penularan virus ini. Namun tetap saja penularan masih terus terjadi sampai saat ini, terbukti dari bertambahnya jumlah kasus setiap harinya.

Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memutuskan bahwa Masyarakat Indonesia disarankan untuk tidak keluar rumah dulu selama 14 hari, kecuali dalam keadaan darurat seperti contohnya hendak pergi berobat. Agar penularan virus ini dapat dihindari. Semua aktivitas diluar dihentikan. Anak sekolah diliburkan, para pekerja diharuskan bekerja dari rumah.

Menurut pemerintah hal ini sangat membantu untuk mencegah adanya penularan Covid-19. Dengan menerapkan sistem sekolah, kerja, dan ibadah dari rumah maka secara tidak langsung kita akan menghindari bertemu banyak orang dan keramaian. Karena hal ini yang diduga menjadi penyebab utama penularan Covid-19.

Selain menerapkan sistem kerja dari rumah, kita juga disarankan untuk memakai masker ketika keluar rumah, dan menghindari bersalaman dengan orang lain. Karena orang yang terserang virus ini tidak menunjukkan ciri apapun, maka dari itu disarankan agar tidak sembarangan bersalaman dengan orang lain.

Apabila keadaan memaksakan kita untuk tetap bersalaman dengan orang lain, maka kita disarankan untuk segera mencuci tangan dengan sabun maupun memakai hand sanitizer. Bukan hanya itu, aktivitas kita memegang benda – benda yang ada di dalam rumah juga mengharuskan kita untuk cuci tangan setelah memegangnya. Agar tangan tetap bersih dan terhindar dari kuman maupun bakteri.

Hal itulah yang membuat orang berbondong – bondong untuk membeli hand sanitizer demi menjaga kebersihan tangan. Sampai – sampai semua stok hand sanitizer di berbagai daerah habis dilahap. Bahkan ada sebagian orang yang tidak kebagian akhirnya mereka membuat hand sanitizer sendiri.

Banyak orang yang beranggapan bahwa antiseptik hand sanitizer lebih bisa membunuh kuman karena mengandung alkohol. Padahal tanpa disadari penggunaan sabun lebih efektif. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun dinilai lebih bisa mengatasi kuman yang ada di tangan kita.

Namun apakah bisa dibuktikan hal tersebut ? Mari kita lihat perbedaannya ketika mencuci tangan dengan sabun dan mencuci tangan dengan antiseptik hand sanitizer.

Sisi Penggunaan

Jika dilihat dari sisi penggunaan, ketika sudah menggunakan antiseptik hand sanitizer selama 5 kali, maka tangan harus segera dicuci dengan air dan sabun. Hal ini dilakukan untuk mencegah resistensi antiseptik. Namun berbeda jika kita mencuci tangan dengan sabun. Tidak ada batasan waktunya, karena sabun dapat digunakan sampai berulang kali.

Residu Kuman

Setelah itu dilihat dari tingkat residu kumannya. Hand sanitizer dan sabun ini 2 hal yang berbeda. Bagaimana tidak ? Jika kita mencuci tangan menggunakan hand sanitizer residu kuman yang mati masih menempel di tangan. Sementara apabila kita mencuci tangan dengan sabun, residu kuman yang mati akan terbawa air mengalir. Hal inilah yang menunjukkan bahwa mencuci tangan dengan sabun lebih efektif dibandingkan dengan hand sanitizer.

Intensitas Iritasi

Intensitas iritasi yang akan dialami juga berbeda. Sebagian orang yang menggunakan hand sanitizer dapat mengalami iritasi kulit. Karena berbagai macam merk antiseptik belum tentu cocok dengan tangan kita. Namun apabila mencuci tangan dengan sabun kita akan terhindar dari iritasi kulit tersebut. Karena sabun dinilai ramah digunakan dan cocok untuk semua jenis kulit.

Kandungan Antiseptik

Dilihat dari kandungan antiseptiknya, sifat alkohol pada hand sanitizer mudah menguap, jika ditempatkan di luar ruangan atau tempat dengan suhu tinggi dapat mengubah konsentrasi alkohol 70% (konsentrasi dapat bertambah atau berkurang). Sedangkan jika menggunakan sabun, kandungan antiseptik pada sabun tidak berubah di segala kondisi.

Tingkat Keefektifan

Dari tingkat keefektifannya pun berbeda. Jika kita mencuci tangan dengan hand sanitizer hanya efektif untuk membersihkan tangan yang tidak tampak kotor. Sementara itu jika mencuci tangan dengan sabun, maka akan efektif membersihkan tangan yang tidak tampak kotor maupun yang tampak kotor.

Dapat disimpulkan bahwa mencuci tangan dengan sabun lebih efektif. Pasalnya, hand sanitizer hanya mampu membunuh bakteri saja bukan virus. Sementara sabun bisa membunuh dua – duanya, baik bakteri maupun virus yang ada di tangan.

Menurut WHO, standar emas (gold standard) untuk menjaga kebersihan tangan adalah mencuci tangan dengan benar dan konsisten. 

Berdasarkan pantauan Gaekon dari Allure.com, menurut Athanosios Melisiotis, dokter dari University Pennsylvania “Pembersih tangan dapat membunuh virus dan bakteri tertentu, tetapi itu tidak ‘membersihkan’ tangan Anda seperti halnya sabun dan air,” karena itu, penggunaan sabun dan air merupakan cara yang paling efektif. 

Selain itu, hand sanitizer  tidak dapat menghilangkan kotoran yang sebenarnya. Sedangkan, sabun dapat membunuh kuman lalu mengikatnya dan membantu menghilangkan dengan bantuan air dari tangan kita.

Virus corona menular lewat droplet atau cairan tubuh yang keluar saat batuk atau bersin. Selain tertular karena menghirup droplet ketika berada dekat dengan orang yang terinfeksi, kita juga bisa tertular virus corona lewat tangan sebagai media penularan.

Sebagai contoh adalah ketika kita berjabat tangan dengan orang menutupi batuk dengan tangannya, atau ketika kita menyentuh obyek yang terpapar virus corona.

Itulah sebabnya, sangat penting untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara detail dan menyeluruh.

Para ahli merekomendasikan cuci tangan untuk dilakukan setidaknya 20 detik. Karena sabun membutuhkan waktu untuk mengikat molekul air dan minyak secara bersamaan, dan mengangkat kuman-kuman di tangan untuk dibuang bersama aliran air.

Bukan berarti hand sanitizer tidak efektif sama sekali ya.. Penggunaan hand sanitizer akan efektif digunakan jika jauh dari tempat cuci tangan, saat kesulitan mencari air bersih dan saat berpergian.

KL For GAEKON