Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan melakukan efisiensi terhadap alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tata kelola keuangan negara berjalan secara lebih tepat sasaran kedepannya.
Purbaya merinci serapan realisasi anggaran program MBG hingga akhir April 2026 telah menyentuh angka Rp75 triliun.
Realisasi ini merepresentasikan sekitar 22,4 persen dari total pagu anggaran yang ditetapkan. Seiring dengan berjalannya program, evaluasi pembiayaan masih terus dilakukan.
“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” kata Purbaya, dikutip dari metrotvnews, Kamis (21/5/26).
Menurut penjelasan Purbaya, langkah efisiensi ini merupakan bentuk arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, pemerintah telah berhasil memangkas proyeksi kebutuhan anggaran program MBG secara signifikan, dari yang semula dirancang sebesar Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
Purbaya mengatakan efisiensi anggaran tersebut tidak akan mendegradasi kualitas program. Pemerintah memastikan suplai makanan bergizi bagi para pelajar akan tetap berjalan efektif.
Melalui serapan anggaran sebesar Rp75 triliun hingga akhir April 2026, jangkauan penerima manfaat program MBG telah menembus angka 61,96 juta jiwa.
Distribusi layanan MBG ditopang oleh kesiapan infrastruktur yang melibatkan 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah.
Purbaya mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang bagi pemerintah dalam menyempurnakan sistem. Ia mengatakan Presiden tengah turun tangan langsung untuk memperbaiki tata kelola operasional MBG, khususnya penggunaan anggaran.
“Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi, Presiden (Prabowo) sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang,” kata Purbaya.
KA For GAEKON




