
Janji pemerintah memberikan insentif untuk kendaraan listrik tahun ini belum terealisasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap, pemberian insentif itu masih dikaji pemerintah.
Airlangga menyebut insentif itu ditunda sebulan. Rencananya, program insentif akan berjalan mulai Agustus.
“Masih dikaji lagi, iya ditunda lagi, sementara dikaji dulu. (Alasan ditunda) masih terus dikaji,” kata Airlangga, dikutip dari detik, Selasa (23/6/26).
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengungkap pemerintah akan memberikan insentif motor listrik.
Besarannya Rp 5 juta, atau lebih kecil dibandingkan subsidi motor listrik yang diberikan pemerintah pada tahun 2024 yakni sebesar Rp 7 juta. Setidaknya bakal ada 100.000 unit motor listrik yang mendapat jatah insentif tersebut.
“100.000 pertama kita kasih, berapa subsidi ya? Rp 5 juta. Kalau habis kita kasih lagi, kalau habis kita kasih lagi,” ujar Purbaya.
Angka penjualan sepeda motor listrik 2025 mengalami penurunan 28,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini lantaran ketidakjelasan subsidi motor listrik.
Tahun lalu, pemerintah sempat menjanjikan pemberian insentif motor listrik. Namun, hingga akhir tahun 2025 tak ada insentif yang diberikan.
Meski tahun 2025 tak ada insentif, sejumlah produsen motor listrik di Indonesia bisa menyiasatinya dengan sistem sewa baterai yang membuat harga OTR motor listrik terlihat kompetitif.
KA For GAEKON



