Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek mulai 9 Mei 2026 resmi diganti menjadi KA Anggrek. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI resmi mengganti nama layanan kereta api jarak jauhnya usai terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi KAI, @kai121_, usai peristiwa naas kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
Pihak PT KAI menekankan bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian nama. Perusahaan menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya penyegaran identitas sekaligus peningkatan layanan kepada penumpang.
“Seperti anggrek yang terus tumbuh dan beradaptasi, perjalanan pun selalu membawa semangat baru. Mulai 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek hadir dengan identitas baru menjadi KA Anggrek,” tulis KAI dalam unggahannya.
Perusahaan menjanjikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan berkesan bagi pelanggan dengan hadirnya KA Anggrek.
KA Anggrek tetap melayani rute andalannya yang menghubungkan sejumlah kota besar di Pulau Jawa.
KAI juga memastikan tidak ada perubahan bagi penumpang yang telah membeli tiket dengan nama lama.
Tiket KA Argo Bromo Anggrek tetap berlaku dan dapat digunakan sesuai jadwal serta kelas layanan yang dipilih, meski nama layanan telah berganti menjadi KA Anggrek.
“Setiap penumpang yang telah memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek, tiket tetap dapat dipergunakan pada KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih,” tulis mereka lagi.
Pergantian nama ini menandai langkah KAI dalam menyederhanakan identitas layanan, sekaligus memperkuat citra yang lebih segar tanpa meninggalkan jejak historis yang sudah dikenal luas oleh masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait kecelakaan kereta rel listrik (KRL) dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi, Senin, 27 April 2026. Ia menegaskan, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Menurut Dudy, proses investigasi yang dilakukan KNKT berjalan menyeluruh dan berbasis fakta di lapangan.
Ia juga mengimbau semua pihak menghormati proses investigasi yang tengah berlangsung. Pemerintah, kata dia, tidak ingin mengambil kesimpulan dini sebelum seluruh data dan temuan dianalisis secara utuh.
KA For GAEKON




