Titik Api Karhutla Kalimantan Akhirnya Berkurang

0
Titik Api Karhutla Kalimantan Akhirnya Berkurang
Sumber Foto: Foto AP/Stefanus Taman

Titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan secara umum dilaporkan sudah berkurang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hal tersebut sesuai dengan data per Minggu (30/8/26).

Plt. Kapusdatin BNPB Berton SP Panjaitan melaporkan titik api (fire spot) di Kalimantan Barat berkurang tujuh titik menjadi 16.

Sementara Kalimantan Tengah berkurang 23 titik menjadi 56, dan Kalimantan Selatan berkurang 279 titik menjadi 52.

Akan tetapi, titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat dan Tengah terdeteksi meningkat. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla Kemenhut, jumlah hotspot di Kalbar bertambah 453 titik, sedangkan di Kalteng bertambah 876 titik.

“Kita berharap di lain waktu juga seperti ini (penurunan titik api) bisa terjadi di provinsi-provinsi yang lain,” kata Berton SP Panjaitan, dikutip dari Kompas, Senin (31/8/26).

Di Kalimantan Barat, luas lahan terbakar mencapai 38.310,39 hektare, sedangkan di Kalimantan Tengah 7.634,46 hektare dan Kalimantan Selatan 8.019,63 hektare.

Adapun data titik panas yang dilaporkan BNPB berasal dari Sistem Pemantauan Karhutla Kemenhut, sedangkan data titik api dari Sistem Pemantauan Karhutla Kemenhut dan atroli udara dan darat BPBD setempat hingga Sabtu (29/8).

Sementara untuk karhutla di Sumatera, BNPB melaporkan titik api cenderung naik. Titik api di Riau terpantau bertambah menjadi 12 titik dan Sumatera Selatan bertambah menjadi 18 titik.

Total luas lahan yang terbakar di Riau mencapai 17.503,87 hektare, Sumatera Selatan, 1.926,23 hektare, dan Jambi 1.245,53 hektare.

Berton menambahkan, pemerintah menerjunkan 48.667 personel untuk penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. Proses pemadaman saat ini disebutnya fokus pada penyekatan dan pembasahan lahan terbakar.

Berton menyatakan kebakaran lahan ratusan hektare di Kalbar, Kalteng, Sumsel, dan Kalsel telah tertangani, sedangkan penanganan di Riau, Jambi, dan Lampung memasuki fase pendinginan.

 

 

KA For GAEKON