Pemerintah Indonesia akan mengirimkan 8.000 Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza, Palestina dalam misi perdamaian Board of Peace (BoP), dewan yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyoroti rencana pemerintah tersebut. Ia mengingatkan, tujuan utama pengiriman itu adalah misi kemanusiaan, bukan operasi tempur.
Sukamta menyebut pelibatan TNI di luar negeri harus memiliki landasan hukum yang jelas dan adanya mandat internasional yang memiliki legitimasi, idealnya dalam koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Setiap pelibatan Tentara Nasional Indonesia di luar negeri harus memiliki landasan hukum yang jelas, mandat internasional yang legitimate. Idealnya dalam koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta berorientasi pada misi kemanusiaan dan stabilisasi, bukan operasi tempur,” kata Sukamta.
Sukamta menyodorkan tiga syarat bagi pemerintah dalam pengiriman TNI ke Gaza, antara lain jaminan keamanan dan kesepakatan bagi para pihak, mandatnya jelas sebagai misi perdamaian atau perlindungan sipil, dan tidak menempatkan Indonesia dalam posisi eskalatif secara geopolitik.
Sukamta mewanti-wanti, Indonesia selama ini mempunyai reputasi baik dalam menjaga misi perdamaian dunia.
Namun, prioritas utama dalam misi saat ini tetap pada penghentian kekerasan, pembukaan akses bantuan kemanusiaan, dan perlindungan warga sipil.
“Kontribusi Indonesia harus memperkuat perdamaian, bukan menambah kompleksitas konflik,” kata Legislator Fraksi PKS itu.
Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, pada Selasa (10/2/2026) mengatakan, Indonesia berencana mengirimkan delapan ribu pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina.
“Belum, sedang dibicarakan, tetapi ada kemungkinan kita akan (kirim) kurang lebih di angka 8 ribu,” ujar Prasetyo di Jakarta.
Menurutnya, pengiriman pasukan ke Gaza bagian dari komitmen Indonesia atas kemerdekaan Palestina. Selain itu, bergabung dalam BoP merupakan komitmen Indonesia untuk mewujudkan perdamaian di Gaza.
“Bagaimana kita melakukan upaya untuk bisa membantu masyarakat di Gaza, makanya kemudian kita, Indonesia beserta dengan tujuh negara muslim yang lain, memutuskan untuk bergabung di Board of Peace tersebut, setidaknya kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza,” kata dia.
KA For GAEKON




