Sejumlah korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat menagih janji Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sebelumnya, Dedi menjanjikan akan memberikan bantuan Rp10 juta untuk biaya kontrakan dan sebagainya.
Salah seorang warga RT 05/11 Pasirkuning, Jejen (35) mengaku hingga hari ke-4 usai bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) belum menerima bantuan uang yang dijanjikan, meskipun wilayah tempat tinggalnya disebut masuk dalam zona merah.
“Informasi yang saya dapat, daerah saya masuk zona merah. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan atau tindak lanjut dari yang disampaikan Pak Gubernur,” tutur Jejen.
Jejen mencoba mempertanyakan kelanjutan bantuan melalui media sosial, justru mendapat respons negatif dari sejumlah pihak.
“Saya komentar di media sosial untuk menanyakan kelanjutannya, tapi malah diserang. Bahkan ada yang kirim pesan ke saya, bilang jangan komentar yang aneh-aneh,” ujar dia.
Warga lainnya, Hanifah (20) juga mengaku belum menerima bantuan uang kontrakan sebagaimana yang dijanjikan pemerintah provinsi.
Ia juga menyebut belum ada sosialisasi maupun pendataan resmi yang dilakukan kepada dirinya dan keluarganya.
“Belum dapat uang kontrakan, belum ada sosialisasi juga. Katanya ada yang sudah dapat, tapi tidak semua. Saya juga belum didata,” ujarnya.
Bagian belakang rumah Hanifah sudah rata akibat longsor. Ia bersama keluarganya telah mengungsi selama empat hari sejak bencana terjadi.
Selain kerusakan rumah, Hanifah menyebut keluarganya mengalami kerugian besar. Lahan sawah milik pribadi milik keluarganya habis tergerus longsor, termasuk dua ekor sapi yang ikut terbawa material longsoran.
Dedi Mulyadi sebelumnya sempat mengatakan akan memberikan bantuan Rp10 juta untuk korban yang kehilangan rumahnya usai tertimbun longsor. Uang tersebut bisa digunakan warga mencari hunian sementara atau kontrakan.
“Rp10 juta untuk cari kontrakan, dan bekal hidup selama dua bulan dulu, sehingga kita akan fokus recovery bencananya, menyelesaikan penanganan pencairan korban yang masih tertimbun,” ujar Dedi.
KA For GAEKON




