Na Willa, Film Nostalgia Surabaya Era 1960an

0

Na Willa, Film Nostalgia Surabaya Era 1960an

Film Na Willa yang tayang di bioskop Indonesia sejak 18 Maret 2026 merupakan karya terbaru Ryan Adriandhy.

Film ini diproduksi oleh Visinema Studios dan diadaptasi dari novel populer Na Willa: Serial Catatan Kemarin (2012) karya Reda Gaudiamo yang terinspirasi dari pengalaman masa kecil sang penulis di Surabaya pada dekade 1960-an.

Visual rumah tua, gang sempit, becak, dan sepeda lawas membuat suasana tempo dulu dalam film ini semakin kuat.

Latar cerita berpusat di sebuah gang di kawasan Krembangan, Surabaya. Rumah sederhana yang dinaungi pohon cemara menjadi pusat kehidupan tokoh utama, menghadirkan nuansa hangat sekaligus nostalgik.

Film ini mengajak penonton melihat dunia dari sudut pandang anak-anak penuh imajinasi, rasa ingin tahu, dan keajaiban kecil dalam keseharian.

Tak sedikit penonton yang keluar bioskop dengan perasaan haru, menjadikan Na Willa sebagai salah satu pilihan tontonan keluarga selama momentum Lebaran tahun ini.

Na Willa menceritakan gadis enam tahun dengan imajinasi besar yang percaya bahwa gang kecil tempat tinggalnya menyimpan banyak keajaiban.

Namun perubahan mulai terasa ketika teman-temannya beranjak sekolah. Perlahan, dunianya ikut berubah mengikuti realitas baru. Di sanalah Na Willa belajar tentang arti bertumbuh dan merelakan, tanpa kehilangan rasa ingin tahu yang menjadi ciri khasnya.

Ryan Adriandhy menghadirkan kisah sederhana namun sarat makna melalui pendekatan emosional yang hangat. Detail visual warna-warni dipadukan dengan elemen kecil yang terasa hidup, membuat penonton dewasa seolah diajak kembali ke masa kanak-kanak, sementara anak-anak menemukan cermin imajinasi mereka sendiri.

Sebagai film bergenre drama keluarga, Na Willa dibintangi deretan aktor dan aktris seperti Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Junior Liem, Ira Wibowo, hingga Melissa Karim.

Melalui cerita yang hangat dan penuh imajinasi, film ini menghadirkan nostalgia tentang kehangatan keluarga, masa kecil, serta kenangan Surabaya tempo dulu yang jarang diangkat ke layar lebar.

 

 

KA For GAEKON