Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyebut bahwa wacana sekolah daring untuk penghematan energi pada April 2026 dibatalkan.
Pratikno menegaskan bahwa pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa, yakni dengan tatap muka. Hal itu berdasarkan keputusan bersama kementrerian terkait.
“Proses pembelajaran harus semakin optimal. Jangan sampai timbul learning loss,” ujarnya.
Sebelumnya, Pratikno mengakui sempat ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan sekolah metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring.
“Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini,” ucapnya.
Hal itu menurutnya sebagaimana prioritas Presiden Prabowo Subianto kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda.
“Maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” pungkasnya.
KA For GAEKON




