
BEM UI menggelar demo bertemakan #MerebutKemerdekaan di Bundaran HI, Jakarta Selatan pada Selasa (18/8/26).
Mereka mengkritisi makna kemerdekaan dalam Pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
Kepala Bidang Sosial Politik BEM UI, Muhammad Hafizh Hernanda mengatakan bahwa kemerdekaan yang ada saat ini hanya bersifat semu.
Pasalnya, masih banyak yang tidak benar-benar merdeka. Dia lantas menyoroti penanganan bencana yang terjadi di Aceh dan NTT.
“Kami rasa saat ini kemerdekaan yang dibawa pemerintah itu kemerdekaan yang semu. Sejak kapan di negara yang katanya sudah merdeka ketika ada tukang cukur yang mempertanyakan kita sudah merdeka itu diintimidasi. Kita harus lihat kalau misalnya negara ini sudah merdeka, kenapa teman-teman kami di NTT seperti tidak dipedulikan? Kenapa saat bencana di Aceh pemerintah kita tetap keras kepala tidak mau minta bantuan?” kata dia, dikutip dari IDNTimes, Rabu (19/8/26).
“Kami rasa kemerdekaan yang mereka bawa tidak ada maknanya dan kami sebagai rakyat sudah semestinya merebut kemerdekaan tersebut,” tambahnya.
Ada delapan poin tuntutan BEM UI yang disuarakan, yakni:
- Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri
- Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)
- Wujudkan reforma agraria sejati
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
- Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP
- Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah
- Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana
- Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP
KA For GAEKON



