Densus 88 Sebut Ledakan di SMPN 3 Sungai Raya Bersumber dari Detonator

0

Densus 88 Sebut Ledakan di SMPN 3 Sungai Raya Bersumber dari Detonator

Ledakan yang terjadi di Lingkungan SMPN 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berlangsung di empat titik berbeda.

Juru Bicara Densus 88 Komisaris Besar Mayndra Eka Wardhana menyebut ledakan bersumber dari detonator atau pemicu yang dipasang pada rangkaian alat rakitan yang dibawa seorang siswa ke lingkungan sekolah.

Mayndra mengatakan keempat ledakan itu tidak berasal dari tabung gas yang dirangkai bersama petasan.

“Yang meledak itu empat, tapi empat itu adalah detonatornya, pemicunya. Tabung gasnya tidak meledak,” kata Mayndra, dikutip dari Tempo, Kamis (5/2/26).

Menurut Mayndra, rangkaian itu dirancang agar petasan yang meledak dapat memicu ledakan lebih besar dari tabung gas. Namun, skema tersebut tidak berhasil.

“Harapannya ketika petasannya meledak, semuanya ikut meledak. Rupanya tidak berhasil,” ujar dia.

Sebelumnya, pada Selasa, 3 Februari 2026, sekitar pukul 10.40 WIB, terjadi ledakan bom Molotov di lingkungan sekolah.

Polisi lantas mengamankan lokasi dan mengevakuasi siswa serta guru untuk mencegah risiko lanjutan.

Polda Kalimantan Barat memimpin penanganan perkara ini. Tim Laboratorium Forensik dan penjinak bom melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan karakteristik alat rakitan dan pola penyebaran titik ledakan.

Densus 88 tetap memberikan pendampingan berupa pemetaan dan pertukaran informasi. Hingga Rabu siang, Densus 88 masih berkoordinasi intensif dengan Wakil Kepala Polda Kalimantan Barat.

Terduga pelaku yang masih berstatus anak ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar dengan pendekatan sesuai sistem peradilan pidana anak.

Polisi juga menelusuri latar belakang sosial dan psikologis yang melatarbelakangi tindakan tersebut, termasuk dugaan pengalaman perundungan dan masalah keluarga.

 

KA For GAEKON