Meninggal Tak Wajar, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Penyidikan

0
Meninggal Tak Wajar, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Penyidikan
Sumber Foto: ANTARA

Penemuan jasad Sutrimo di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan masih menyimpan misteri. Kini kasus kematianya naik ke tahap penyidikan.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut bahwa kasus kematian Sutrimo sudah ditingkatkan ke proses penyidikan.

“Dari hasil penyelidikan yang tentunya sudah dilakukan oleh Polresta Banyumas, juga dari hasil penyelidikan dari tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kami sudah meningkatkan ke proses penyidikan,” kata Iman, dikutip dari detik, Rabu (12/8/26).

Pihaknya juga saat ini telah resmi menangani kasus tersebut usai berkas perkara dilimpahkan dari Polresta Banyumas.

Dari laporan yang dilayangkan oleh keluarga, kasus kematian Sutrimo dilaporkan dengan pasal pembunuhan berencana.

“Pasal yang dipersangkakan sebagaimana laporan polisi yang kami terima, itu adalah pasal pembunuhan ataupun pembunuhan berencana,” ungkapnya.

Iman mengatakan bahwa pihaknya hanya menindaklanjuti laporan dari keluarga Sutrimo yang menyebut meninggal dalam keadaan tidak wajar.

“Konsentrasi penyidikan kami adalah terhadap seseorang yang diduga meninggal dunia, sehingga dengan adanya laporan dugaan meninggal dunianya tidak wajar menurut pihak keluarga, kami berkonsentrasi menentukan atau menemukan apakah yang bersangkutan tersebut meninggal dunianya penyebabnya karena apa,” kata Iman.

Pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan terkait temuan di lapangan. Iman menyebutkan fokus penyidik ada pada fakta hukum yang ditemukan.

Saat ini, sebanyak 24 saksi telah diperiksa oleh penyidik kepolisian. Pemeriksaan dilakukan dalam rangka penyelidikan kasus tersebut.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyampaikan rencana ekshumasi jenazah Sutrimo. Ekshumasi direncanakan dilakukan Rabu, 12 Agustus 2026 di Banyumas.

“Mudah-mudahan nanti dari hasil ekshumasi kita bisa menemukan dan kita bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab dari kematian yang bersangkutan,” beber Iman.

 

 

KA For GAEKON