Virus Mematikan, Hantavirus Mulai Terdeteksi di Israel

0

Virus Mematikan, Hantavirus Mulai Terdeteksi di Israel

Virus langka hantavirus terdeteksi di Israel. Seorang pasien mengaku terinfeksi virus tersebut usai melakukan perjalanan ke Kawasan Eropa Timur.

Melansir dari media Israel, Maariv, pasien mencari bantuan medis setelah mengalami gejala yang berkaitan dengan hantavirus.

Namun, sampai saat ini identitas pasien, lokasi tempat tinggal, dan rumah sakit yang menangani kasus tersebut belum diumumkan ke publik.

Diagnosis dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan laboratorium. Tes antibodi awal menunjukkan paparan terhadap hantavirus, sebelum akhirnya dikonfirmasi melalui tes PCR yang mendeteksi materi genetik virus.

Meski menjadi kasus pertama yang dikonfirmasi di Israel, kondisi pasien disebut stabil dan tidak memerlukan perawatan intensif.

Sementara itu, Otoritas Kesehatan Israel terus memantau perkembangan pasien tersebut.

Berbeda dengan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang tengah menjadi perhatian dunia, pasien di Israel diketahui terinfeksi strain Eropa, bukan strain Andes dari Amerika Selatan.

Perbedaan strain ini dianggap penting karena virus Andes dikenal lebih berbahaya dan dalam beberapa kasus langka dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dalam waktu lama.

Sementara itu, wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius terus memicu kewaspadaan global.

Sedikitnya tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia, termasuk pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman. Total delapan kasus terkait kapal tersebut telah dilaporkan, termasuk seorang warga Swiss yang kini dirawat di Zurich.

Kapal yang membawa sekitar 147 penumpang dan kru dari 23 negara itu berlayar dari Ushuaia, Argentina, sejak 1 April sebelum akhirnya tertahan di dekat Cape Verde akibat munculnya kasus penyakit pernapasan berat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan risiko bagi masyarakat umum masih rendah. Namun sejumlah negara kini melakukan pelacakan terhadap penumpang yang sempat turun dari kapal sebelum wabah diketahui.

Untuk diketahui, Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan hewan pengerat seperti tikus melalui urine, air liur, atau kotoran yang terkontaminasi.

Gejala awal hantavirus sering menyerupai flu biasa, mulai dari demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan.

Dalam kasus berat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan paru-paru serius, sesak napas, tekanan darah rendah, bahkan kematian.

Virus dapat masuk ke tubuh manusia ketika partikel kecil dari kotoran kering terhirup di udara. Hingga kini belum ada obat antivirus khusus untuk hantavirus.

 

 

KA For GAEKON