6 Hewan Dengan Umur Paling Panjang, Sampai Ratusan Tahun!

0

Layaknya manusia, hewan juga akan menemui kematian. Pada umur yang cukup tua, hewan biasanya sudah kehilangan kekuatan supernya, bahkan ada yang sampai sakit-sakitan. Tubuh dan kulitnya yang keriput seakan menemaninya diumur yang sudah tua.

Beberapa dari hewan juga ada yang meninggal saat muda karena beberapa faktor. Mungkin saja karena mati terbunuh, atau mengidap penyakit serius. Pada umumnya hewan akan menemui ajalnya pada umur 10-20 tahun. Namun banyak juga hewan yang bisa hidup sampai ratusan juta tahun.

Memang terdengar mengerikan, karena mengalahkan batas umur manusia. Seperti yang dikutip GAEKON dari beberapa sumber, berikut daftar hewan-hewan yang berumur panjang.

  1. Gajah Afrika

Gajah afrika atau gajah belukar Afrika adalah sejenis gajah yang hanya bisa ditemukan di benua Afrika, tepatnya di daerah selatan, timur, dan barat benua. Habitat mereka mulai dari gurun pasir, padang rumput, rawa-rawa, hingga hutan lebat.

Gajah Afrika berukuran lebih besar dari gajah Asia. Punggung dari gajah Afrika cenderung datar, sementara punggung gajah asia agak menonjol di bagian depan. Daun telinga gajah Afrika juga lebih lebar ketimbang gajah Asia.

Tinggi dari gajah Afrika bisa mencapai 3,7 m, panjangnya mencapai 7,5 m. Gajah Afrika ini termasuk gajah terbesar di dunia, dengan berat badan mencapai 6 ton. Rata-rata umur gajah Afrika adalah 70 tahun. Bahkan kemungkinan pernah ada yang mencapai angka 100 tahun.

  1. Burung Macaw

Burung Macaw bukan berasal dari Indonesia. Burung macaw terdapat di hutan hujan tropis dan savana (padang rumput) Amerika Tengah dan Amerika Selatan khususnya di Meksiko, Bolivia, Brazil, Panama, dan Paraguay.

Burung macaw memiliki paruh besar yang kokoh, cocok untuk memecah kacang-kacangan atau biji-bijian, sementara lidahnya yang kuat, kering, dan permukaannya kasar menjadi sebuah alat yang efektif untuk mengorek buah-buahan atau biji-bijian keras.

Sama halnya dengan hewan lainnya, macaw juga memiliki risiko gangguan kesehatan. Macaw sangat rentan terhadap kondisi kerusakan bulu yang dapat disebabkan karena kebiasaannya mencabut bulu.

Penyakit yang umumnya menyerang macaw adalah pembengkakan pada proventrikulus, psittacosis, penyakit bulu, maloklusi paruh dan aspergillosis. Namun meskipun rentan terkena penyakit, burung macaw mampu bertahan hidup sampai 80 tahunan. Padahal sangat jarang sekali menemukan burung yang bisa berumur lebih dari 50 tahun.

  1. Kura-Kura Darat Raksasa Galapagos

Kura-kura Galapagos pertama kali didokumentasikan oleh ilmuwan terkenal Charles Darwin ketika ia menginjakkan kaki di Pulau Galapagos, Ekuador. Kura-kura ini merupakan kura-kura terbesar di dunia yang hidup di era moderen.

Kura-kura ini dikenal dengan kemalasannya, karena menghabiskan rata-rata 16 jam dalam sehari untuk beristirahat dan berdiam diri. Tingkat aktivitas mereka didorong oleh suhu lingkungan dan ketersediaan pangan. Kura-kura ini berkembang biak selama musim panas, meskipun perilaku kawin dapat terlihat di sepanjang tahun.

Kura-kura ini jenis kura-kura terbesar di dunia yang masih hidup. Mereka memiliki panjang hingga 1,2 meter dan berat 300 kg. Kura-kura ini dapat hidup hingga umur 152 tahun.

  1. Landak Laut Merah

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2003 terhadap landak laut merah menyimpulkan, invertebrata (makhluk hidup yang tidak memiliki tulang belakang) ini dapat bertahan hidup hingga 200 tahun.

Hal menakjubkan lainnya yaitu, hewan ini tidak menunjukkan tanda-tanda penuaan meski sudah berusia 200 tahun.

Studi yang dilakukan pada tahun 2003 ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh para ahli sebelumnya, yang mengatakan landak laut merah hanya dapat hidup tidak lebih dari 15 tahun.

  1. Ikan Koi

Ikan yang juga dikenal dengan sebutan karper tersebut memiliki nama ilmiah Cyprinus carpio. Sudah banyak yang memelihara baik itu di restoran, atau dijadikan hiasan untuk mempercantik tampilan rumah-rumah.

Tidak hanya itu, ikan koi juga sering dijumpai di beberapa tempat wisata, untuk menambah kesan yang damai dan tentram. Ikan koi juga dipercaya dapat membawa hoki atau keberuntungan tersendiri bagi penghobi.

Di Jepang, ikan koi dinamakan Nishikigoi, kurang lebih bermakna ikan berwarna-warni. Di Indonesia, ada dua versi sejarah yang menceritakan masuknya ikan koi. Pertama, ikan koi mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1991, waktu itu ketika Kaisar Jepang bernama Akihito memberi cinderamata puluhan ikan koi ke Presiden Republik Indonesia (RI) ke-2. Versi kedua, dibawa oleh seorang penggemar ikan koi bernama Hani Moniaga pada tahun 1981-1982.

Ikan koi pada umumnya hanya hidup selama 25 hingga 30 tahun, namun ada satu koi yang pernah mencapai umur 200 tahun. Namanya Hanako, tinggal di Jepang dan bertahan hidup hingga 1977. Saat diperiksa salah satu sisiknya, ditemukan umurnya tepat 226 tahun.

  1. Paus Bowhead

Paus kepala busur atau Bowhead (Balaena mysticetus) merupakan paus balin dari keluarga Balin dengan Mysticeti. Dinamakan kepala busur karena paus ini memiliki ciri khas bertengkorak panjang.

Paus kepala busurini merupakan ‘artis’ jazz yang luar biasa. Para peneliti melakukan studi intensif mengenai vokalisasi (nyanyian) populasi sekitar 300 paus busur di lautan bagian timur Greenland dari 2010 sampai 2014 menggunakan mikrofon bawah air.

Mereka berhasil mengumpulkan koleksi rekaman terbesar suara paus kepala busur. Para peneliti mengidentifikasi ada sekitar 184 lagu berbeda. Nyanyian tersebut tampaknya merupakan tampilan reproduktif dari pejantan.

Ahli Oseanografi University of Washington Kate Stafford mengatakan lagu-lagu paus kepala busur terdengar lebih bebas seperti musik jazz, tidak terlihat mengikuti aturan jelas.

Sebagai mamalia, umur paus Bowhead terbilang lebih panjang daripada yang lain, yaitu 200 tahun. Pernah ditemukan mayat paus spesies ini yang memiliki panah dari zaman 1800an.

KL For GAEKON